Keadaan kosong dapat menyebabkan beberapa masalah bila dilakukan secara intensif. Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan bahaya dan kerugian berikut ini:
1. Bahaya dan Kerugian Psikologis
Ada beberapa risiko potensial terhadap efek kesehatan mental dari Void State:
a) Risiko Disosiasi dari Realitas
- Terus-menerus berusaha mencapai kekosongan mental dapat mendistorsi persepsi tentang realitas.
- Orang yang sangat sensitif secara emosional dapat mengalami keterpisahan dari dunia nyata, merasa terisolasi atau mengalami gejala disosiasi.
- Disosiasi: Orang tersebut mungkin merasa terpisah dari pikiran dan tubuh mereka sendiri, yang dapat menyebabkan kesulitan dalam beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari.
b) Kecemasan dan Serangan Panik
- Bagi sebagian orang, pengalaman kekosongan mental dapat menyebabkan kecemasan dan bukannya kedamaian. Perasaan hampa dapat memicu ketakutan eksistensial.
- Hal ini dapat menjadi sumber kecemasan yang hebat, terutama bagi mereka yang baru mengenal meditasi atau tidak terbiasa dengan pengendalian pikiran.
c) Krisis Identitas
- Selama Keadaan Void, adalah mungkin untuk sementara waktu kehilangan rasa ego dan identitas. Hal ini dapat menyebabkan pertanyaan eksistensial yang mendalam dengan pertanyaan “siapakah saya?”.
- Pertanyaan tentang identitas yang terus menerus atau perasaan “ketiadaan” dapat menyebabkan depresi atau kemurungan.
2. Bahaya dan Kerugian Fisik
Meskipun Void State tampaknya tidak secara langsung membahayakan kesehatan fisik, namun hal ini dapat membawa beberapa risiko tidak langsung:
a) Penipisan Energi dan Kelelahan
- Terus-menerus mencoba mencapai keadaan ini dapat menguras energi mental dan menyebabkan kelelahan fisik.
- Orang yang melakukan pekerjaan yang membutuhkan energi dapat merasa lelah atau lemah secara fisik.
b) Insomnia atau pola tidur yang terganggu
- Stimulasi mental yang berlebihan atau meditasi yang intens selama Void State dapat mengganggu pola tidur. Alih-alih menjadi rileks secara mental, Anda mungkin menjadi bingung secara mental.
- Terutama setelah kesurupan, insomnia atau tidak bisa tidur dapat terjadi.
c) Gangguan Fisik
- Ketidakaktifan dalam waktu lama selama meditasi atau trans dapat menyebabkan ketegangan otot atau masalah sirkulasi.
- Penerapan teknik pernapasan yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah seperti pusing atau sesak napas.
3. Bahaya Spiritual dan Energi
Mereka yang tertarik dengan latihan spiritual percaya bahwa Keadaan Void dapat membawa beberapa risiko spiritual:
a) Ketidakseimbangan Energi
- Dikatakan bahwa terlalu banyak terpapar energi universal atau alam bawah sadar dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi.
- Terutama bagi mereka yang bekerja dengan sistem chakra, kelebihan energi atau pelepasan energi dapat terjadi.
b) Membuka diri terhadap Energi Negatif
- Menurut beberapa kepercayaan spiritual, keadaan kekosongan mental dapat membuat Anda lebih rentan terhadap energi atau entitas negatif.
- Pengalaman seperti keadaan kosong dapat menakutkan jika teknik perlindungan energik tidak dipraktikkan.
c) Kesalahpahaman Spiritual
- Pengalaman dalam keadaan kosong dapat disalahartikan sebagai kenyataan. Pengalaman seperti mimpi atau penglihatan dapat dianggap sebagai kenyataan dan keyakinan yang salah dapat berkembang.
4. Kerusakan Sosial dan Emosional
a) Perasaan Terisolasi dan Kesepian
- Fokus yang terus-menerus pada dunia batin dapat melemahkan ikatan sosial seseorang. Anda mungkin merasa terputus dan kesepian.
- Hal ini dapat menyebabkan penarikan diri dari kehidupan sosial dan isolasi.
b) Pendinginan Emosional
- Berfokus pada pengosongan pikiran sepenuhnya dapat menyebabkan perasaan emosional berkurang atau hilang. Anda mungkin menjadi tidak peka terhadap kegembiraan, kesedihan, atau emosi lainnya.
